Thursday, September 1, 2016

Reading skill – inilah uji nyali sebenarnya .. Reading skill merupakan salah satu skill disamping writing skill yang benar-benar membutuhkan pengorbanan anda, terutama dalam pikiran, waktu dan tenaga.  




Untuk itulah membentuk reading skill benar-benar memerlukan persiapan segalanya – serius lho. Diantaranya adalah anda harus mengamati pada jam berapa setiap harinya anda dalam keadaan kondisi pikiran yang fresh – yang nantinya anda curahkan untuk menganalisa kata per kata, frasa per frasa, kalimat per kalimat demi mendapatkan makna nya. Jangan sampai energi sisa yang anda gunakan untuk membentuk reading skill  

Language in Action  

Masih ingat kisah tukang semir di Pantai Kuta? 
Di pantai Kuta tukang semir ini nyemplung dalam suatu wahana bahasa, dimana didalamnya ia mendapati berbagai bentuk demonstrasi semua ragam kalimat yang digunakan dalam bahasa, dari kalimat sederhana, gabungan, kompleks, kompleks-gabungan. Dari ragam bahasa formal, informal baik baku maupun bahasa yang tidak baku, termasuk slang dan jargon didalamnya. Si tukang semir bagaikan sebuah kapal yang menyemplungkan diri ditengah-tengah gelombang laut yang tengah bergelora, carut marut dengan hantaman ombak dari berbagai gaya, berbagai bentuk serta warna. Dan seperti pepatah “Laut yang tenang tidak akan menghasilkan Nakhoda yang baik” 
 
Akhirnya sedikit demi sedikit, waktu demi waktu – tukang semir tersebut mampu membaca dan memahami sifat dari setiap gerakan ombak yang datang serta mampu mengendalikannya. Begitulah dahsyatnya belajar bahasa melalui Listening  

Reading pun tak kalah dahsyatnya 

Sebagaimana kisah si tukang semir yang bagaikan kapal nyemplung ke samudera kalimat yang tengah bergelora, begitupun reading. Dalam reading anda sama halnya sebuah kapal yang nyemplung kedalam gelombang laut pasang yang tengah bergelora, hanya saja yang membedakannya adalah dalam reading bentuk bahasa yang anda hadapi adalah bentuk bahasa tulisan.  

Dengan segenap kemampuan pikir, anda harus mampu memahami bentuk, sifat dan gaya setiap kalimat yang menghantam anda – mengendalikannya sehingga anda lama kelamaan terbiasa, bahkan mengganggap gelombang samudera kalimat tersebut bagian dari diri anda. Ingat, skill adalah sesuatu yang sudah melebur dalam darah anda, anda dapat melakukannya secara otomatis tanpa berpikir (automatically without thinking) 

Orang yang belajar bahasa melalui Listening atau Reading – tanpa disadari ia mendapatkan semuanya baik dari vocabulary, grammar maupun pemahaman struktur kalimat. Mantap bukan?   
     
The Power of Reading       

Tahukah Anda bahwa dengan belajar melalui reading tanpa disadari :  
1. Penguasaan kosakata anda akan meningkat dengan pesat  
2. Pemahaman struktur kalimat akan terbentuk tanpa disadari 3. Pemahaman grammar terbentuk dengan sendiri nya  
Jika ke 3 (tiga) unsur diatas sudah ada pada diri anda, maka membentuk kemampu an bicara (speaking skill) semudah membalikkan telapak tangan saja.   

Kemampuan bahasa Inggris saya masih NOL – kalau begitu saya langsung belajar reading saja tanpa perlu belajar Speaking lagi. Bukan begitu yang saya maksudkan, speaking skill tetap saja merupakan skill dasar yang perlu anda bentuk, tapiii ... reading skill adalah skill WAJIB yang harus juga anda lakukan. Apapun skill bahasa yang tengah anda bentuk, pastikan anda tetap tidak meninggalkan pembentukan READING SKILL ini.  

6 (enam) tahap Reading Skill 
Okey kalau begitu saya akan membentuk reading skill sekarang. Saya ambil kamus dan sebuah novel atau majalah berbahasa Inggris – langsung terjemahkan, bukan?  

No !! .. tahan dulu, nanti malah anda patah ..  
Okey, Mr. Teguh – anda mengatakan bahwa belajar bahasa yang paling powerful adalah langsung nyemplung ke wahana listening atau speaking?  BENAR !! 

Tapi kalau saya amati, lebih mudah belajar bahasa melalui Reading daripada Listening. Alasan nya kalau listening orang mengucapkan kalimat begitu saja berlalu dan tidak bisa diamati dan dipahami saat itu juga, sedangkan belajar melalui Reading kita bisa mengamat- amati kalimat yang tengah kita hadapi. Berarti lebih mudah belajar melalui Reading dong?  BENAR !! 

Okey .. disamping itu belajar melalui wahana listening agak merepotkan karena tidak mudah mencari suatu wahana listening dimana kita boleh menyatu didalamnya? BENAR !! 

Kalau begitu bagaimana alau saya ambil kesimpulan saja bahwa dari kedua wahana belajar paling dahsyat tersebut yaitu wahana Listening atau Reading – yang paling MUDAH, MURAH dan PRAKTIS adalah belajar melalui wahana Reading?   ..Sangat Benar !! 
     
Sebagaimana halnya pembentukan speaking skill yang memiliki tahapan demi tahapan, begitupun dalam pembentukan reading skill. Anda tidak cukup bermodal kamus lalu asal comot sembarang bahan bacaan Dalam pembentukan reading skill yang sangat menantang bukan saja ARTI kata per kata, tapi bagaimana mendapatkan makna utuh dari setiap kalimat yang anda hadapi. Untuk contoh klasik coba anda lihat kalimat berikut ini 
If you step on my toes, I won’t run the school 

Ini adalah contoh kalimat dimana tingkat kesulitannya bukan pada structure tetapi pada pemilihan arti kata sesuai konteks. Arti kalimat tersebut adalah “jika kamu menyinggung perasaan ku, aku tidak mau mengelola sekolah itu”. Contoh lain seperti 
The bell having rung, the students all got happy 

Kalimat ini selain memiliki struktur kalimat tingkat tinggi (absolute construction), juga tantangan dalam menentukan arti kata „got‟. Itulah sebabnya anda jangan mengambil sembarang bahan bacaan. Carilah bahan bacaan yang sudah disusun sedemikian rupa untuk kepentingan pembentukan reading skill yang biasa disebut dengan Graded Readers, atau Leveled Readers, dsb. bahan bacaan tersebut dalam bentuk novel fiksi ataupun non-fiksi ukuran saku (pocket book) dan tipis2, dibelakang buku tersebut ada tulisan tentang tingkat kesulitan bacaan tersebut 

Para ahli TEFL membagi kemampuan reading dalam 6 tingkatan, ada yang menyebutnya dengan : Grade 1, Grade 2, Grade 3 ....s/d Grade 6, ada juga yang menyebutnya dengan Level 1, Level 2, Level 3, ...Level 6. Yang lain menyebutnya dengan Pre Elementary,Elementary, Pre Intermediate, Intermediate Pre Advanced, Advanced 

Ikuti kursus online Belajar Bahasa Inggris Tanpa Ribet
   
Mulai dari Grade 1 
Betul, mulailah dengan bahan bacaan berlabel grade 1 atau yang setara. Pilihlah judul novel fiksi atau non fiksi yang menarik bagi anda, sehingga anda selalu termotivasi untuk mengetahui isi bacaan tersebut dan menikmati nya 

Setelah habis bacaan yang pertama dari grade 1, ambilah judul lainnya yang masih dalam grade yang sama – jangan langsung melangkah ke grade 2 kecuali jika anda sudah tidak merasakan lagi kesulitan yang sangat. Begitulah secara rutin setiap hari anda menikmati bacaan-demi bacaan, naiklah secara bertahap kepada bacaan tingkat berikutnya sampai pada bacaan Grade 6.  

Setelah anda merasakan mudahnya memahami bacaan Grade 6 – barulah saatnya ibarat pendekar turun gunung. Mulailah mengambil majalah, surat kabari, textbook atau literatur apapun. Ber adaptasi lah sebentar, tidak lebih dari 3 (tiga) bulan anda sudah memiliki kemampuan reading skill yang permanen 

Saat itulah anda akan merasakan sensasi baru – bahwa bahasa Inggris ternyata punya rasa – punya keindahan yang berbeda, yang tidak anda temukan dalam bahasa Indonesia. Bukan berarti Bahasa Indonesia ngga indah loh, saya mengatakan bahwa rasa yang anda temukan dalam bahasa Inggris berbeda sekali.  
     
Terus bahan bacaan Grade 1 s/d 6 cari dimana? cari saja di internet banyak – di www.4shared.com anda masukkan kata kunci “leveled readers” atau “graded readers”. Saya menyarankan anda memilih novel (graded readers) yang bersifat fiksi daripada non-fiksi, karena variasi kalimatnya sangat beragam  

Baca juga : 5 (lima) hal paling sulit dalam bahasa inggris

Cara belajarnya bagaimana? 
Persiapannya tentu saja Kamus Inggris-Indonesia, Prof. Drs. Wodjowasito warna hijau, buku tulis dan Graded Reader 1 (tingkat 1).  Pilihlah judul buku yang menarik, sehingga anda sangat bermotivasi untuk mengetahui jalan cerita nya, menikmati nya sekaligus membiasakan dengan pemahaman kosakata serta struktur kalimatnya. Buka halaman pertama dan mulai menterjemahkan kalimat demi kalimat. Anggap saja anda menemukan sebuah paragraf 

There, on a bed of earth, was Count Dracula. At first Jonathan thought he was dead. His eyes were open, and his face was pale. No breath came from his mouth or nose, and there was no sign of a heart in his chest. But there was something about his eyes that frightened Jonathan. They did not have the glassy look of death. They looked up into the air above him, but they were filled with a terrible hate. 
Lalu anda mulai mencoba menterjemahkannya kalimat demi kalimat, inilah langkah-langkah yang anda kerjakan  
                                    
1. Mengartikan kata yang belum dipahami, dilihat phonetic  nya  agar tahu cara mengucapkan kata itu dengan benar 
            There, on a bed of earth, was Count Dracula 
There  : sana, disana, kesana bed  : tempat tidur earth  : tanah, dunia count  : hitung, menghitung, gelar bangsawan  

2. Memilah arti kata yang sesuai dengan konteks nya 
There  : disana, bed  : tempat tidur earth  : tanah count  : gelar bangsawan  

3. Menyusun nya agar menjadi sebuah kalimat 
 Disana, ditempat tidur diatas tanah, gelar bangsawan .. 

4. Menterjemahkan nya menjadi sebuah pemahaman 
“Disana, terbaring diatas tanah – Pangeran Drakula ... “ 
     
Begitulah, tidak ada cara lain. Saya pernah menterjemahkan 1/3 halaman dan memakan waktu 1 jam asli. Puluhan kali buka kamus nya – tapi dari hari ke hari frekwensi buka kamus itu berkurang. Awalnya 1 halaman sampai 20x, selanjutnya 15x ..10x ..5x ..selanjutnya paling2 hanya 1x buka kamus setelah sekian halaman.  

Kembali saya tekankan, pembentukan reading skill hukumnya WAJIB. Dan efeknya suaaaaangat powerful dalam akselerasi pembentukan skill lainnya. So?? .. 

Post a Comment: